Dikecewakan Watsons itu Rasanya Seperti…

Di blog post aku sebelumnya pernah membahas tentang senangnya belanja online di Watsons. Dan karena itulah sudah sewajarnya aku berharap lebih pada mereka. Namun siapa yang mengira akhirnya kepercayaan itu berakhir dengan kekecewaan di pembelanjaan online yang ke-4. Cuman bisa terbelalak, meratap, sedih, dan tentunya kecewa.

Jadi kronologisnya itu aku pesan dengan kuantiti yang lebih banyak dari pesanan sebelumnya, tapi nominalnya nggak terlalu gede soalnya banyak barang kecil-kecil gitu. Pesannya dari tanggal 02-Jul-2018 11:04 AM dan sampainya di tempatku itu 11-Jul-2018 dengan nomor pesananĀ 00627373. Proses ngirimnya aja butuh lama tapi aku nggak protes karena sadar diri kalau item yang dipesan banyak. Tapi harapan bisa nambah banyak bahan review udah pasti udah terngiang-ngiang sejak proses check out pesanan tentunya.

Aku menerima kardus berukuran besar yang tampilannya sudah remuk. Dari situ aku sudah curiga kalau ada yang nggak beres. Ketika aku buka kardusnya, TADAAA!!! SHOCK!!! Belanjaanku sudah nggak berbentuk lagi. Udah mirip barang yang mau dibuang sama pemiliknya. Sobek, kotor, basah, lengket, penyok, baret, terlipat, dan stiker copot adalah hal-hal yang terjadi dengan belanjaanku. Aku masih beruntung setidaknya tidak ada yang bocor parah. Tapi tetap aja, siapa sihh yang hatinya nggak sedih, dapat barang berantakan, sobek-sobek, terlihat nggak bentuk gini?? Huftt.. tarik napas dulu.

WhatsApp Image 2018-07-25 at 21.13.41
Kondisi pertama ketika belanjaan dibuka dari kardus

Saking sedihnya aku komplain lewat web, email, dan DM ke Instagram Watsons. Aku ceritakan kronolisnya plus foto-foto buktinya di malam itu juga. Dari IG dan Web tidak merespon. Aku mulai pasrah. Namun, akhirnya dua hari kemudian 13 Juli 2018 pada pukul 17.32 aku mendapat balasan email dari Watsons yang memintaku untuk mengirimkan kembali belanjaanku dan ongkirnya akan di-reimburse.

 

Mendapat emailnya, aku jadi berpikir, kalau aku return terus dikirim baliknya lagi lama atau bahkan dilupakan gimana? Jadi aku memutuskan untuk tidak mengirim belanjaanku ke Watsons karena ada semacam trauma dan ketakutan gajelas yang menghampiri, ya mungkin ini efek dikecewakan, hmm. Jadi ke depannya kalau aku review produk tapi produknya baret atau kotor, mau gimana lagi lah ya, itulah yang aku dapat, huhu.

WhatsApp Image 2018-07-25 at 21.13.43
Watsons Haul

Kalau kamu lihat, yang paling parah itu memang si Colgate, lalu mouthwash, barulah masker yang item-item lengket. Kalau Colgate, boksnya udah ga bentuk, bahkan sobek. Kalau mouthwash, stiker keterangannya copot dan menempel di masker. Kondisi yang sekarang itu karena sudah aku pindahkan stikernya dari masker kembali ke botol mouthwash. Kemudian masker-maskerku kalau di zoom dekat itu ada yang terlipat, lengket, kotor dan berbekas. Kalau dilihat dari print out Watsonsnya yang miring dan basah, merasa miris nggak sih kamutuh? Akumah sedih atuh. Seperti didendami sama orang Watsons bagian pengemasan gituh.

Coba deh Watson kemas seperti biasanya. Di-bubble wrap: masker dijadiin satu, Colgate jadi satu, supaya nggak bergesekan dan menimpa satu sama lain. Kan kamu tahulah pengiriman di Indonesia seringkali brutal tanpa memikirkan isi paket yang dikirim. Apakah kamu sudah berubah Watsons? Apakah kamu sensi padaku jadi kamu perlakukan aku seperti ini? T_T

WhatsApp Image 2018-07-25 at 21.13.45
Kondisi awal unboxing (versi zoom in)

 

Sabtu, 17 Juli 2018. Empat hari berlalu semenjak aku mulai merelakan apa yang terjadi. Aku sedang di Mal Taman Anggrek hari itu dan mampir ke Watsons untuk membeli minuman. Ceritanya aku kehausan habis makan es krim di Ezo Cheesecake. Mereka ada di level yang sama. Nah, aku beli minuman yang lagi promo buy 1 get 1 free. Habis itu antri di kasir. Di kasir ada ibu-ibu yang lagi transaksi, lamaaa banget ampe habis 1,2 jutaan. Si ibu mau bikin member jadinya lama, plus dianya banyak nanya ke kasir. Di kasir Watsons Mal Taman Anggrek kan ada 2 tuh. Aku antri di belakang ibu 1,2 juta ini dan melihat ke kasir sebelah, kasir sebelah ada 2 orang, 1 Mbak dan 1 Mas yang sedang menatap kasir yang melayani ibu 1,2 juta itu sambil tersenyum dan tertawa. Di saat itu aku berpikir kasir satu lagi sedang TUTUP atau RUSAK.

Tidak lama kemudian, ibu-ibu lainnya yang masih 1 grup, belanja sabun Palmolive beberapa botol, dan si Mas ini langsung melayani. Dalam sekejap KASIR DIBUKA. Dan aku hanya bisa protes dalam hati karena sudah antri lumayan lama tapi dipandang pun nggak sama para kasir Watsons Mal Taman Anggrek. Aku berharap si ibu bentar aja. Tapi ternyata, sama lamanya.

Aku berdua dengan rekanku. Saking kesalnya aku berkata agak kencang, “Yuk kita ke Guardian saja beli airnya.” Tapi rekanku bilang, tunggu aja sebentar lagi, nanggung. Waktu demi waktu berlalu, hanya beli air Buy 1 Get 1 Free aja bisa setengah jam. Bahkan aku sempat joged-joged gajelas dan pegang-pegang body mist yang dipajang di etalase dekatku. Body mistnya juga sempat jatuh. Tapi si kasir tidak perhatian. Aku masih dianakbawangin, hiks!

Sampai akhirnya ketika ibu Palmolive sudah kelar, dan ibu 1,2juta belum kelar, si Mas kasir ini pun nggak manggil. Akhirnya rekannya mendekati duluan dan nanya, sudah bisa kasirnya? Baru deh direspon, dan transaksi mineral buy 1 get 1 free-ku selesai.

Ohya, aku sempat kepikiran mau di-IG Live-kan, tapi terlambat, setelah asik joged sendiri, hahaha. Yasudalah, mungkin lagi chiong sama Watsons. Tapi hatiku ini sudah seperti kemasan mouthwash bawah ini. Penuh dengan goresan, sudah tidak utuh lagi. Bahkan distikerin pun lepas-lepas.

WhatsApp Image 2018-07-25 at 21.13.49

Sekian curhatanku, pengalaman burukku, kegundahan hatiku tentang belanja di Watsons. Mungkin pesan moral dari pengalamanku ini adalah

Kalau belanja online di Watsons jangan banyak-banyak. Kalau banyak, dibagi dalam beberapa transaksi saja sehingga mereka pakai boks yang lebih kecil.

Semoga kamu nggak mengalami hal yang aku alami ya. Pesan untuk Watsons, staff-staffnya harus di-briefing terus untuk CARE sama customer, terutama yang sedang antri walaupun belanjanya sedikit atau murah atau diskonan sebab MENUNGGU ITU ADALAH HAL YANG PALING TIDAK ENAK DAN GAMPANG BIKIN EMOSI. Paling nggak seperti kasir di Transmart Central Park yang kalau ada antrian di satu kasir, kasir lainnya bisa manggil untuk ke kasirnya yang kosong. Semoga ke depannya lebih baik lagi.

2 thoughts on “Dikecewakan Watsons itu Rasanya Seperti…

  1. Kak kmarin beli d watsonnya lewat aplikasi ato tidak?
    Kak tanya, klo lewat aplikasi itu step by stepnya sesuai dengan yang ada d aplikasikan? Pesananku d aplikasi sudah kecentang pesanan selesai, tapi barang belum saya terima, kan kesel bangeeeet,emang kayak gtu ya pelayanannya? Aku kecewa sekali dengan WATSON

    1. Aku beli di website lewat komputer. Memang pengirimannya lama, soalnya sabtu minggu ngga ada delivery tapi pasti sampai sih kecuali salah input alamat. Kalau sampai juga ga ada notifikasi dan trackingnya juga ga detil. Coba kamu hubungi watsons deh kalau kasusnya begitu, setidaknya mereka harus bantuin customernya

Leave a Reply